[Studi Kasus] Cara Mudah Mendatangkan Traffic Dari Pinterest Untuk Blog Bahasa Inggris

Salah satu materi yang diajarkan di Pesantren Sintesa yaitu membangun website yang bisa menghasilkan uang, entah itu dari Google Adsense maupun dari penjualan produk. Beberapa santri ada yang fokus mengoptimasi webnya untuk menjual produk ada juga yang fokus di Google Adsense. Masing-masing tentunya mempunyai kelebihan dan kekurangan. Saya sendiri lebih banyak mengoptimasi web untuk mendapatkan penghasilan Google Adsense.

Dalam artikel kali ini saya akan berbagi bagaimana cara saya mendapatkan traffic dari Pinterest untuk blog Bahasa Inggris. Kenapa saya memilih blog Bahasa Inggris? Karena memang dari segi CPC lebih besar ketimbang blog Bahasa Indonesia.

Sebelum melanjutkan membaca tulisan ini, sebaiknya kamu baca dulu artikel yang sudah dibuat oleh teman saya tentang Bagaimana Membangun Blog Bahasa Inggris Agar Cepat Menghasilkan.

Sebagai pemula, kamu pasti akan bertanya-tanya bagaimana sih cara mendapatkan traffic, kok blog saya sepi-sepi aja ya, padahal udah ngikutin tutorial di forum-forum. Saya juga pernah mengalami hal seperti ini ketika baru pertama kali membuat blog. Memang menjenuhkan melihat histats yang gak naek-naek.

Di Pesantren Sintesa kami diajarkan berbagai cara untuk mendapatkan traffic, mulai dari optimasi konten, backlink, share ke media sosial dan lain-lain.

Untuk blog yang masih baru, metode yang paling mudah untuk mendatangkan traffic yaitu dengan menggunakan media sosial sembari menunggu hasil optimasi SEO. Dalam studi kasus ini saya menggunakan Pinterest sebagai sumber traffic dari media sosial.

1. Kenapa Pinterest?

Berdasarkan data dari globalmediainsight.com,  ada 110 juta pengguna Pinterest yang aktif setiap bulannya, dan paling banyak penggunanya dari US. Setiap pengguna rata-rata menghabiskan waktu 98 menit berselancar di Pinterest setiap bulannya.

Fakta lainnya tentang Pinterest:

  • Pinterest merupakan 3 sumber traffic terbesar di US
  • Pinterest merupakan website yang pertumbuhannya paling cepat dalam sejarah
  • 71% penggunanya yaitu wanita
  • Konten di Pinterest 80% lebih viral dan 3x lebih efektif ketimbang Twitter
  • 3 kategori yang paling populer di Pinterest: Food and Drink, DIY and Crafts, Home Decor.

2. Memilih Niche yang Tepat

Blog yang saya buat ini bisa dibilang blog semi wallpaper, karena menyisipkan banyak gambar dalam setiap artikelnya. Tapi tentunya tidak sama dengan blog-blog AGC. Di Pesantren Sintesa, kami tidak diajarkan metode-metode AGC. Jadi lebih tepat saya sebut saja visual niche blog.

Kriteria niche yang harus dipilih yaitu:

Visual Niche

Karena akan menggunakan pinterest, jadi pilihlah niche-niche visual seperti home design, automotive, pet, sports, outdoor, travelling, gardening dll. Kamu bisa mencari ide-ide niche lainnya dengan melihat kategori di Pinterest.

Shareable

Pilihlah niche yang memang menarik untuk di share ke Pinterest. Niche seperti kesehatan atau asuransi tidak termasuk visual niche dan gambar-gambar dalam kategori niche ini tidak menarik untuk di share ke pinterest.

Ada Organic Search

Selain memanfaatkan traffic dari Pinterest, traffic dari Search Engine juga penting. Jadi carilah keyword-keyword dari visual niche yang mempunyai banyak pencarian dan stabil trend nya.

Potensial Adsense (HPK)

Karena akan menggunakan Google Adsense sebagai sumber penghasilan blog, carilah keyword yang memang potensial dari segi Adsense, CPC minimalnya 5 ribu atau $0.5 per klik.

Bisa Affiliate

Ini sebagai tambahan aja, lebih bagus kalau dari visual niche yang dipilih ternyata ada juga produk yang bisa dijual.

Sekali lagi, tidak semua niche bisa kita share ke Pinterest, pilihlah niche yang tepat. Supaya lebih barokah, pilih visual niche yang tidak mengandung gambar-gambar yang menampakkan aurat. Visual niche seperti tattoo dan hairstyle sebaiknya jangan diambil.

3. Rekomendasi Tema dan Plugin

Pilih tema wordpress yang SEO Friendly, Fast Loading dan Clean. Rekomendasi tema yang bisa kamu pake misalnya Eleven 40 dari StudioPress.com atau Schema dari MyThemeShop.com.

Plugin yang wajib diinstall diantaranya:

  • SEO Plugin : Yoast SEO atau SEO Ultimate
  • Caching Plugin : WP Super Cache atau W3 Total Cache
  • Pin it Button : jQuery Pin It Button for Images atau Image Sharer by SumoMe

Image sharer akan memudahkan pengunjung untuk membagikan gambar yang menarik di blog. Terkadang ada pengunjung yang hanya ingin membagikan gambar tertentu saja, bukan link postingan.

Untuk rekomendasi plugin lainnya kamu bisa membacanya di artikel ini: Daftar Plugin yang Wajib di Install.

 4. Membuat Artikel List Bergambar (Listicle)

Setelah memilih visual niche dan mengumpulkan list keyword yang potensial, set up blog, langkah selanjutnya yaitu membuat konten.

Tipe konten yang dibuat yaitu artikel list bergambar. Dalam setiap artikel, buatlah minimal 10 list bergambar, atau lebih baik 30-50 list bergambar.

Buat artikel minimal 1500 kata, bagian pendahuluan kira-kira 250-500 kata, kemudian diikuti dengan list bergambar. Setiap gambar harus diberi deskripsi dibawahnya  30-100 kata.  Jangan lupa untuk mencantumkan sumber gambar di bagian caption.

Btw, kenapa harus artikel list bergambar? Karena orang lebih tertarik melihat gambar daripada membaca artikel yang panjang. Lagi pula artikel yang panjangnya 5000 kata belum tentu bagus di Serp dan belum tentu dibaca semua 😀

Cara termudah untuk membuat listicle seperti ini yaitu:

Masukkan keyword yang mau ditulis di kotak pencarian Pinterest, kumpulkan gambar-gambar yang menarik dan mempunyai jumlah repin banyak, lalu buat kontennya.

Gambar yang Pinterest Friendly biasanya mempunyai ratio 2:3 atau atau bahkan lebih panjang.

5. Tips Mendatangkan Traffic dari Pinterest

Setelah semuanya siap, sekarang waktunya untuk mendatangkan traffic ke blog tersebut. Saya menggunakan Pinterest sebagai sumber traffic yang pertama sembari menunggu hasil optimasi SEO.

Membuat Akun Pinterest

Buatlah akun bisnis di Pinterest.com, dengan akun bisnis kita bisa melihat statistik perkembangan akun pinterest seperti total impresi, tayangan, repin, klik website dll.

Lengkapi semua data profile, gunakan favicon yang menarik, tambahkan keyword utama di bagian deskripsi profile, dan verifikasi web.

Selanjutnya setting Rich Pins, bagaimana caranya? Silahkan pelajari di sini.

Membuat Board

Mulailah dengan membuat setidaknya 8 board. Board adalah tempat konten yang di pin atau repin. Beri nama setiap board berdasarkan nama kategori yang ada pada blog. Sisipkan long tail keyword pada nama board dan deskripsi board. Kalau beruntung, board kamu akan muncul di halaman 1 Google.

Tambahkan pin ke setiap board tersebut minimal 20 pin. Cari gambar yang menarik dan populer, yaitu setidaknya sudah mempunyai 500 repin.

Aktif Berinteraksi

Sama seperti sosial media lainnya, untuk mendapatkan banyak follower di Pinterest, kita juga harus aktif berinteraksi. Untuk mendapatkan follower, biasanya kita harus mem follow terlebih dahulu. Di Pinterest, kita bisa follow board dan follow people.

Bangunlah follower secara perlahan, jangan buru-buru karena bisa saja di blokir sama pihak Pinterest.

Setiap hari, lakukanlah repin 30 gambar yang menarik dan populer ke 8 board yang sudah dibuat, like 20 gambar dan follow 10 akun (board atau people).

Gabung dengan Big Board

Setelah mempunyai banyak follower, saatnya untuk pin gambar-gambar yang ada di blog. Tambahkan kalimat deskripsi yang menarik dan beberapa hashtag.

Supaya gambar yang di pin mendapatkan banyak repin, tentunya harus mempunyai banyak follower atau bisa juga pin gambar ke Group Board yang banyak followernya (Big Board).

Pertama, kita harus bergabung dulu dengan banyak Big Board yang niche nya sesuai dengan niche blog yang dibuat. Kamu bisa mencari Big Board di PinGroupie.com.

Bagaimana cara gabungnya?

Setelah menemukan Big Board, perhatikan pada bagian deksripsi Group Board tersebut. Biasanya setiap Group Board memberikan keterangan bagaimana caranya agar di invite ke Group Board tersebut. Kalau gak ada keterangannya, lakukan cara berikut ini,

Pertama klik pemilik Board, user di bagian paling kiri pada gambar di bawah ini merupakan pemilik Board.

Setelah masuk ke halaman profile pemilik Board, klik bagian tab Pins, lalu klik pin yang terbaru.

Berikan komentar pada pin tersebut berupa permohonan untuk masuk ke dalam Group Boardnya.

Contohnya komentarnya bisa seperti ini:

Hi, I would also like to become a contributor to your “…………” board, if that’s possible at all. Thanks for the consideration!

Hello! I would love to be added to your “………..” board as a contributor. Thanks! 🙂

Akun pinterest yang dibuat harus terlihat professional, supaya pemilik board tidak menganggap akun kita sebagai spammer. Memang tidak ada jaminan untuk mendapatkan invite dari si pemilik board. Tapi semakin banyak request bergabung dengan Group Board, peluangnya akan semakin besar 😀

Kalau sudah bergabung dengan banyak Big Boards, kita bisa pin gambar-gambar yang ada di blog ke Big Board tersebut dan pin kita akan dilihat oleh ribuan follower board tersebut. Semakin banyak follower boardnya tentu peluang traffic ke blog juga semakin banyak.

Kita akan banyak mendapatkan traffic yang banyak ketika gambar yang kita pin mendapatkan banyak repin. Bayangkan kalau setiap gambar mendapatkan ratusan bahkan ribuan repin 😀

Tapi tetap harus bijak, jangan melakukan spamming ke Big Boards tersebut. Lakukan seperti biasa, 30 pin setiap hari, bisa bertambah secara bertahap.

Yang perlu diperkatikan di sini, kita tidak boleh melakukan pin hanya dari blog atau board sendiri saja, tapi harus juga repin gambar dari akun orang lain supaya tetap terlihat natural.

6. Autopilot Pinterest

Tentunya kita tidak mungkin setiap hari melakukan pin ke Big Board, kita bisa menggunakan Social Media Marketing Tool seperti Viraltag, Tailwind atau BoardBooster. Ketiga tools ini bisa membantu kita untuk autopin ke group board. Kita hanya perlu menjadwalkannya saja.

Untuk cara menggunakan tools tersebut, silahkan kunjungi website nya masing-masing.

7. Viral Ranking Effect

Hasil dari optimasi SEO tentunya tidak akan terasa dalam hitungan hari, perlu beberapa minggu atau bahkan berbulan-bulan supaya artikel yang dioptimasi bisa berada di halaman satu.

Ada acara lain yang bisa membantu mempercepat artikel kita naik ke halaman satu, yaitu viral effect. Halaman yang mendapatkan banyak traffic, page authority nya akan naik dan terus merangkak ke halaman satu.

Awalnya mungkin akan terjadi dance (rank naik turun), tapi kalau viralnya bisa bertahan lama, rankingnya juga akan stabil. Untuk memperkuat posisi rankingnya, tetap harus dilakukan link building.

Nah, kalau 1 artikel saja ada puluhan gambar menarik dan setiap gambar mendapatkan jumlah repin yang banyak, perlahan tapi pasti artikel tersebut akan naik posisi rankingnya. Pada akhirnya kita akan mendapatkan 2 sumber traffic, dari pinterest dan dari Search Engine.

8. Kesimpulan

Dalam studi kasus ini, faktor yang sangat menentukan diantaranya: niche dan keywordnya; images pinterest friendly; big boards; scheduling pins.

Saya menggunakan BoardBooster paket $5/ bulan untuk menjalankan autopin ke beberapa BigBoard, hasilnya lumayan ada peningkatan traffic untuk blog Bahasa Inggris saya.

Yup..begitulah cara saya mendatangkan traffic dari Pinterest. Selain cara ini, masih banyak cara lain yang lebih efektif dan cepat mendatangkan traffic. Semoga bermanfaat 🙂

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *